♡ DIANTARA TANDA DIERIMANYA AMAL IBADAH DAN TAUBAT ♡

image

ﺑﺴِْــــــــــــــــــﻢِ ﺍﻟﻠﻪِ ﺍﻟﺮﺣﻤﻨﺎﻟﺮَِّْ ّﺣَِﻴﻢ

Sesungguhnya setiap muslim dan
muslimah sudah pasti senantiasa
berharap agar amalan-amalan
kebaikannya menjadi sah dan
diterima Allah ta’ala, dan
keburukan-keburukannya dimaafkan
dan dihapuskan oleh-Nya. Sebab
dengan demikian ia akan menjadi
hamba Allah yang hidup selamat dan
bahagia di dunia dan akhirat.

Jika amalan kebaikan seorang hamba
telah diterima Allah, maka itu
sebagai tanda bahwa amalan yang
dikerjakannya telah benar dan
sesuai dengan petunjuk Allah dan
Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi
wasallam.

Allah Ta’ala berfirman:

{ ﺇِﻧَّﻤَﺎ ﻳَﺘَﻘَﺒَّﻞُ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻣِﻦْ ﺍﻟْﻤُﺘَّﻘِﻴﻦَ }

Artinya: “Sesungguhnya Allah hanya
menerima (amalan) dari orang-orang
yg bertakwa.”

(QS. Al-Maidah: 27).

Al-Fudhoil bin ‘Iyadh rahimahullah
berkata:

“Sesungguhnya amalan
(ibadah) itu jika dikerjakan dengan
ikhlas karena Allah, namun caranya
tidak benar, maka amalan ibadah tsb
tidak diterima Allah. Demikian pula
sebaliknya, amalan (ibadah) jika
dikerjakan dengan cara yang benar,
namun niatnya tidak ikhlas karena
Allah, maka amalan (ibadah) itu juga
tidak diterima Allah, sehingga
amalan ibadah tsb dikerjakan dengan
ikhlas karena mengharap wajah Allah
semata, dan benar karena sesuai
dengan tuntunan Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wasallam.”

Lalu, bagaimana dan apa saja
tanda-tanda suatu amal ibadah dan
taubat seorang hamba telah diterima
Allah ta’ala, dan jerih payahnya
telah membuahkan hasil?
Berikut ini kami akan sebutkan
sebagian tanda dan ciri diterimanya
amal ibadah dan taubat seorang
hamba sebagaimana dijelaskan oleh
para ulama sunnah.

TANDA PERTAMA:
Tidak Mengulangi Lagi Perbuatan Dosa
dan Maksiatnya.

Apabila seorang hamba merasa benci
terhadap dosa-dosa, dan ia benci
untuk mengulangi lagi perbuatan dosa
dan maksiat yang pernah dilakukannya,
maka ketahuilah bahwa ia termasuk
orang yg diterima Allah taubat dan
amal ibadahnya.

Imam Ibnul Qoyyim Al-Jauziyah
rahimahullah berkata:

“ ﺃﻣﺎ ﺇﺫﺍ ﺗﺬﻛﺮ ﺍﻟﺬﻧﺐَ ﻓﻔﺮﺡ ﻭﺗﻠﺬﺫ ﻓﻠﻢ ﻳﻘﺒﻞ ﻭﻟﻮ ﻣﻜﺚ ﻋﻠﻰ
ﺫﻟﻚ ﺃﺭﺑﻌﻴﻦ ﺳﻨﺔ ”

“Adapun jika seorang hamba ingat
akan perbuatan dosanya, lalu ia
merasa senang dan menikmatinya,
maka (taubatnya) tidak akan
diterima Allah meskipun ia hidup
selama 40 (empat puluh) tahun dalam
keadaan demikian.”

(Lihat
Madaariju As-Saalikiin, karya Ibnul
Qoyyim Al-Jauziyyah).

Yahya bin Mu’adz rahimahullah
berkata:

“ ﻣَﻦ ﺍﺳﺘﻐﻔﺮ ﺑﻠﺴﺎﻧﻪ ﻭﻗﻠﺒُﻪ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻤﻌﺼﻴﺔ ﻣﻌﻘﻮﺩ، ﻭﻋﺰﻣﻪ
ﺃﻥ ﻳﺮﺟﻊ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﻤﻌﺼﻴﺔ ﻭﻳﻌﻮﺩ، ﻓﺼﻮﻣﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻣﺮﺩﻭﺩ، ﻭﺑﺎﺏ
ﺍﻟﻘﺒﻮﻝ ﻓﻰ ﻭﺟﻬﻪ ﻣﺴﺪﻭﺩ ”.

“Barangsiapa meminta ampunan
(kepada Allah) dengan ucapan
lisannya, sementara hatinya merasa
terikat dengan perbuatan maksiat,
dan bahkan ia berkeinginan kuat
untuk mengulangi lagi perbuatan
maksiatnya, maka puasanya ditolak
Allah, dan pintu diterimanya (amal
dan taubat) tertutup baginya.”

TANDA KEDUA:
Semakin Bertambah Semangat Dalam Melaksanakan Amal Dan Ketaatan Kepada Allah Ta’ala.

Hasan Al-Bashri rahimahullah
berkata:

“ ﺇﻥ ﻣﻦ ﺟﺰﺍﺀ ﺍﻟﺤﺴﻨﺔ ﺍﻟﺤﺴﻨﺔ ﺑﻌﺪﻫﺎ، ﻭﻣﻦ ﻋﻘﻮﺑﺔ ﺍﻟﺴﻴﺌﺔ
ﺍﻟﺴﻴﺌﺔُ ﺑﻌﺪﻫﺎ، ﻓﺈﺫﺍ ﻗﺒﻞ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﻌﺒﺪ ﻓﺈﻧﻪ ﻳﻮﻓﻘﻪ ﺇﻟﻰ
ﺍﻟﻄﺎﻋﺔ، ﻭﻳﺼﺮﻓﻪ ﻋﻦ ﺍﻟﻤﻌﺼﻴﺔ ”

“Sesungguhnya diantara balasan
amalan kebaikan ialah (dimudahkan
Allah) melaksanakan kebaikan
setelahnya. Dan diantara hukuman
atas perbuatan buruk ialah
melakukan keburukan setelahnya.
Maka, apabila Allah telah menerima
(amalan n taubat) seorang hamba,
niscaya Allah akan memberinya
taufiq untuk melaksanakan ketaatan
(kepada-Nya), dan memalingkannya
dari perbuatan maksiat (kepada-
Nya).”

Beliau (Hasan Al-Bashri
rahimahullah) juga pernah berkata:

“ ﻳﺎ ﺍﺑﻦ ﺁﺩﻡ ﺇﻥ ﻟﻢ ﺗﻜﻦ ﻓﻰ ﺯﻳﺎﺩﺓ ﻓﺄﻧﺖ ﻓﻰ ﻧﻘﺼﺎﻥ ”.

“Wahai anak cucu Adam, jika engkau
tidak dlm keadaan bertambah
(amalan kebaikanmu), berarti engkau
benar-benar dlm keadaan berkurang
(ketaatanmu kepada Allah -pent).”

TANDA KETIGA:
Sabar dan Tegar Dalam Melaksnakan
Ketataatan Kepada Allah Ta’ala.

Tegar dan istiqomah dalam
melaksanakan ketaatan memiliki buah
yang sangat agung sebagaimana dikatakan oleh
Al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullah:

“Sungguh Allah yang Maha Mulia telah
memberlakukan hukum kebiasaan
dengan kemuliaan-Nya bahwa
barangsiapa hidupnya di atas suatu
kebiasaan, niscaya ia akan mati di
atas kebiasaan terseb. Dan barangsiapa
yg mati dlm suatu keadaan, maka ia
akan dibangkitkan Allah pada hari
Kiamat di atas keadaan tersebut.”

Maka, barangsiapa terbiasa
melaksanakan ketaatan kepada Allah di
dalam hidupnya di dunia, niscaya
Allah akan mewafatkannya dalam
keadaan berbuat taat.

Hal ini sebagaimana disebutkan di
dalam hadits:

ﺑﻴﻨﻤﺎ ﺭﺟﻞٌ ﻳﺤﺞُّ ﻣﻊ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻓﻮﻛﺰﺗﻪ
ﺍﻟﻨﺎﻗﺔ ﻓﻤﺎﺕ ﻓﻘﺎﻝ ﺍﻟﻨﺒﻲّ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ : ) ﻛﻔﻨﻮﻩ
ﺑﺜﻮﺑﻴﻪ ﻓﺈﻧﻪ ﻳﺒﻌﺚ ﻳﻮﻡ ﺍﻟﻘﻴﺎﻣﺔ ﻣﻠﺒّﻴﺎً )

Artinya: “Tatkala ada seseorang yang
menunaikan haji bersama Nabi
shallallahu ‘alaihi wasallam, maka ia
terjatuh dari seekor onta (yang
ditungganginya), lalu ia pun mati.
Maka, Nabi shallallahu ‘alaihi
wasallam bersabda (kpd sebagian
para sahabat): “Kafanilah orang ini
dengan menggunakan kedua bajunya
(maksudnya 2 kain ihromnya),
karena sesungguhnya ia akan
dibangkitkan (oleh Allah) pada hari
Kiamat dalam keadaan bertalbiyah.

”(HR. Imam Al-Bukhari dan Muslim).

Dan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam
jg bersabda tentang seseorang yang
mencuri sebagian harta rampasan
perang; “Sesungguhnya benda
rampasan perang yg ia curi akan ada
api yg menyala padanya (pada hari
Kiamat, pent).”

(HR. Imam Al-
Bukhari).

TANDA KEEMPAT:
Bersihnya hati dari noda-noda
syirik, kufur, maksiat dan penyakit-
penyakit hati, seperti iri dengki,
sombong, bangga diri, riya, dsb.

Tanda orang yang diterima amalnya
senantiasa mengutamakan apa yang
dicintai dan diridhoi Allah daripada
kecintaan dan keridhoan manusia,
mendahulukan perintah-perintah-
Nya daripada perintah siapapun
selain-Nya, dan ia mencintai orang
lain karena Allah.

Ia juga sangat Jauh dari sifat hasad
(iri dan dengki), kebencian dan
permusuhan dengan orang lain
karena urusan dunia. Ia selalu
merasa yakin bahwa segala urusan
berada di tangan Allah, sehingga
hatinya merasa tentram dan ridho
dengan keputusan-Nya. Ia juga
meyakini bahwa apapun yg telah
ditakdirkan oleh Alah untuk
“meleset” dari dirinya, maka hal itu
tidak akan menimpa dirinya. Dan apa
saja yg ditakdirkan Allah akan
menimpa dirinya, maka hal itu tidak
akan bisa dihindari.

Yang jelas dan pasti, sikap orang
yang diterima Allah amal dan
taubatnya ialah selalu merasa ridho
dengan takdir dan keputusan Allah
dlm bentuk apapun, serta ia berbaik
sangka kpda-Nya.

TANDA KELIMA:
Selalu Mengingat Kehidupan Akhirat
Yang Hakiki nan Abadi.

Pada suatu hari Al-Fudhoil bin
‘Iyadh rahimahullah (seorang ulama
salaf dari generasi atba’ut tabi’in)
bertanya kepada seorang lelaki (tua):
“Berapa tahun umur yang telah kau
lalui?” Ia jawab: “Sudah 60 (enam
puluh) tahun.” Maka Al-Fudhoil bin
‘Iyadh berkata kepadanya:
“Subhanallah, sejak 60 (enam puluh)
tahun engkau masih dalam
perjalananmu menuju Allah!
Sebentar lagi engkau akan sampai
(baca: akan mati). Ketahuilah, bahwa
engkau akan diminta pertanggung
jawaban oleh Allah (atas umurmu di
dunia, pent). Oleh karena itu,
persiapkanlah jawaban atas
pertanyaan-Nya.” Maka lelaki tua itu
bertanya kepadanya: “Apa yang mesti
aku lakukan sekarang?” Jawab Al-
Fudhoil bin ‘Iyadh: “Berbuat baiklah
di sisa umurmu, niscaya Allah akan
mengampuni dosa-dosamu yg telah
lalu. Namun, jika engkau berbuat
keburukan (dosa dan maksiat) di sisa
umurmu, niscaya Allah akan
menyiksamu atas dosa-dosamu yg
telah lalu maupun yg akan datang.”

TANDA KEENAM:
Selalu Menjaga Keikhlasan Dalam
Setiap Amal Dan Kebaikan.

Pernah ada seseorang laki-laki
menyampaikan suatu nasehat di
hadapan Imam Hasan Al-Bashri
(seorang ulama tabi’in) rahimahullah.
Maka imam Hasan Al-Basri berkata
kepadanya: “Wahai si fulan, saya
belum bisa mengambil faedah dan
pelajaran dari nasehatmu. Ini bisa
jadi dikarenakan hatiku yg
“berpenyakit”, atau bisa jadi karena
niatmu (dalam menyampaikan
nasehat) yang kurang ikhlas.”

Demikianlah beberapa tanda
diterimanya amal ibadah dan taubat
seorang hamba. Ini hanyalah sebuah
tanda atau ciri diterimanya amal.
Sedangkan kepastiannya, hanya Allah
Ta’ala sj yg mengetahuinya. Semoga
bermanfaat bagi kita semua. Dan
semoga Allah menerima seluruh amal
ibadah kita dan mengampuni dosa-
dosa yg pernah kita lakukan.

Wallahu Ta’ala Alam Bishshawab.

♥ tsabatianribath@facebook.com ♥

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s