♡ Yang Tidak Engkau Sukai Bisa Jadi Lebih Baik ♡

image

♡ Yang Tidak Engkau Sukai Bisa Jadi Lebih Baik ♡

ﺑِﺴْـــــــــــــــــــــﻢِ ﺍﻟﻠّﻪِ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَﻦِ ﺍﻟﺮَّﺣِﻴْﻢ

Terkadang seseorang tertimpa takdir
yang menyakitkan yang tidak disukai
oleh dirinya, kemudian dia tidak
bersabar, merasa sedih dan mengira
bahwa takdir tersebut adalah sebuah
pukulan yang akan memusnahkan
setiap harapan hidup dan cita-
citanya. Akan tetapi, sering kali kita
melihat dibalik keterputus-asaannya
ternyata Allah memberikan kebaikan
kepadanya dari arah yang tidak
pernah ia sangka-sangka.

Sebaliknya, berapa banyak pula kita
melihat seseorang yang berusaha
dalam sesuatu yang kelihatannya
baik, berjuang mati-matian untuk
mendapatkannya, tetapi yang terjadi
adalah kebalikan dari apa yang dia
inginkan.

Saudariku… Seandainya kita mau
merenung dan sedikit berfikir,
sungguh di setiap apa yang telah
Allah takdirkan untuk hamba-
hamba-Nya, di dalamnya terdapat
hikmah dan maslahat tertentu, baik
ketika itu kita telah mengetahui
hikmah tersebut ataupun tidak.
Demikian juga ketika Allah Ta’ala
menimpakan musibah kepada kita,
maka kita wajib berprasangka baik
kepada-Nya. Sudah sepantasnya kita
meyakini bahwa yang kita alami
tersebut akan membawa kebaikan bagi
kita, baik untuk dunia kita maupun
akhirat kita. Minimal dengan musibah
tersebut, sebagian dosa kita diampuni
oleh Allah Subhaanahu wa Ta’ala .
Oleh karena itu, maka lihatlah takdir
ini dengan kacamata nikmat dan
rahmat, dan bahwasanya Allah Ta’ala
bisa jadi memberikan kita nikmat ini
karena memang Dia sayang kepada
kita.
Karena Allah Ta’ala pun telah
berfirman,

ﻭ ﻋﺴﻰ ﺃَﻥْ ﺗَﻜْﺮَﻫُﻮﺍ ﺷَﻴْﺌًﺎ ﻭﻫُﻮَ ﺧَﻴْﺮٌ ﻟﻜَﻢْ ﻭَﻋَﺴﻰ ﺃَﻥْ ﺗُﺤِﺒُّﻮْﺍ
ﺷَﻴْﺌﺎ ﻭﻫﻮ ﺷﺮٌّ ﻟﻜﻢ ﻭﺍﻟﻠﻪُ ﻳﻌﻠﻢُ ﻭﺃَﻧْﺘُﻢْ ﻻ ﺗَﻌْﻠﻤُﻮْﻥَ

“Bisa jadi kamu membenci sesuatu,
padahal ia amat baik bagimu, dan
bisa jadi kamu menyukai sesuatu,
padahal ia amat buruk bagimu. Allah
mengetahui, sedang kamu tidak
mengetahui.”

[QS. Al Baqarah: 216]

Saudariku… Sungguh jika kita mau
membuka kisah-kisah dalam Al
Qur’an dan lembaran-lembaran
sejarah, atau kita memperhatikan
realitas, kita akan mendapatkan
darinya banyak pelajaran dan bukti
bahwa selalu ada hikmah di balik
setiap apa yang Allah takdirkan
untuk hamba-hamba-Nya.

Maka lihatlah kisah Ibu Nabi Musa
‘alaihissalam ketika ia harus
melemparkan anaknya ke sungai…
bukankah kita mendapatkan bahwa
tidak ada yang lebih dibenci oleh Ibu
Musa daripada jatuhnya anaknya di
tangan keluarga Fir’aun? namun
meskipun demikian tampaklah
akibatnya yang terpuji dan
pengaruhnya yang baik di hari-hari
berikutnya, dan inilah yang
diungkapkan oleh ayat

ﻭﺍﻟﻠﻪُ ﻳﻌﻠﻢُ ﻭﺃَﻧْﺘُﻢْ ﻻ ﺗَﻌْﻠﻤُﻮْﻥَ

Allah mengetahui, sedang kamu tidak
mengetahui

Lihat pula kisah Nabi Yusuf
‘alaihissalam ketika beliau harus
berpisah dengan ayah beliau Nabi
Ya’qub ‘alaihissalam, ketika beliau
harus dimasukkan ke dalam sumur
dan diambil oleh kafilah dagang…
Bukankah kita akan melihat hikmah
yang begitu besar dibalik semua itu?

Lihat pula kisah Ummu Salamah,
ketika suami beliau-Abu Salamah-
meninggal dunia, Ummu Salamah
radhiallaahu ‘anhaa berkata:

“Aku mendengar Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda, ‘Tidaklah seorang muslim
tertimpa musibah lalu ia mengucapkan
apa yang diperintah oleh Allah,

ﺇﻧّﺎ ﻟﻠﻪِ ﻭَ ﺇﻧَّﺎ ﺇِﻟﻴْﻪِ ﺭَﺍﺟِﻌُﻮْﻥَ, ﺍﻟﻠﻬُﻢَّ ﺃَﺟُﺮْﻧِﻲْ ﻓِﻲْ ﻣُﺼِﻴْﺒَﺘِﻲْ ﻭَ
ﺃﺧﻠﻒْ ﻟﻲ ﺧَﻴْﺮًﺍ ﻣِﻨْﻬَﺎ

[Sesungguhnya kami
adalah milik Allah dan sesungguhnya
kepada-Nya lah kami akan kembali.
Ya Allah, berilah pahala kepadaku
dalam musibahku dan berilah
gantinya untukku dengan yang lebih
baik darinya].” Ia berkata, “Maka
ketika Abu Salamah meninggal, aku
berkata, ‘Seorang Muslim manakah
yang lebih baik dari Abu Salamah?
Rumah (keluarga) pertama yang
berhijrah kepada Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam?’
Kemudian aku pun mengucapkannya,
maka Allah memberikan gantinya
untukku dengan Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam.”

[HR. Muslim]

Renungkanlah bagaimana perasaan
yang menghinggapi diri Ummu
Salamah –yakni perasaan yang
muncul pada sebagian wanita yang
diuji dengan kehilangan orang yang
paling dekat hubungannya dengan
mereka dalam kehidupan ini dan
keadaan mereka: Siapakah yang lebih
baik dari Abu Fulan?!- maka ketika
Ummu Salamah melakukan apa yang
diperintahkan oleh syariat berupa
sabar, istirja’ , dan ucapan yang
diajarkan oleh Nabi shallallahu
‘alaihi wa sallam, maka Allah pun
menggantinya dengan yang lebih baik
yang belum pernah ia impikan
sebelumnya.

Demikianlah seorang wanita yang
beriman, tidak seharusnya ia
membatasi kebahagiaannya pada satu
pintu saja di antara pintu-pintu
kehidupannya. Karena kesedihan
yang menimpa seseorang adalah
sesuatu yang tidak ada seorang pun
yang bisa selamat darinya, tidak pula
para Nabi dan Rasul! Yang tidak
layak adalah membatasi kehidupan
dan kebahagiaan pada satu keadaan
ataupun mengaitkannya dengan
orang-orang tertentu seperti pada
laki-laki atau wanita tertentu.
Begitu pula dalam kehidupan nyata,
kita pun sering melihat ataupun
mendengar kisah-kisah yang penuh
dengan hikmah dan pelajaran.

Oleh karena itulah, hendaknya kita
selalu bertawakkal kepada Allah,
mengerahkan segenap kemampuan
untuk menempuh sebab-sebab yang
disyariatkan, dan jika terjadi
sesuatu yang tidak kita sukai,
jendaklah kita selalu mengingat
firman Allah Ta’ala ,

ﻭ ﻋﺴﻰ ﺃَﻥْ ﺗَﻜْﺮَﻫُﻮﺍ ﺷَﻴْﺌًﺎ ﻭﻫُﻮَ ﺧَﻴْﺮٌ ﻟﻜَﻢْ ﻭَﻋَﺴﻰ ﺃَﻥْ ﺗُﺤِﺒُّﻮْﺍ
ﺷَﻴْﺌﺎ ﻭﻫﻮ ﺷﺮٌّ ﻟﻜﻢ ﻭﺍﻟﻠﻪُ ﻳﻌﻠﻢُ ﻭﺃَﻧْﺘُﻢْ ﻻ ﺗَﻌْﻠﻤُﻮْﻥَ

“Bisa jadi kamu membenci sesuatu,
padahal ia amat baik bagimu, dan
bisa jadi kamu menyukai sesuatu,
padahal ia amat buruk bagimu. Allah
mengetahui, sedang kamu tidak
mengetahui.”

[QS. Al Baqarah: 216]

Hendaklah ia mengingat bahwasanya
di antara kelembutan Allah terhadap
hamba-hambaNya adalah:

“Bahwasanya Dia menakdirkan bagi
mereka berbagai macam musibah,
ujian, dan cobaan dengan perintah
dan larangan yang berat adalah
karena kasih sayang dan
kelembutanNya kepada mereka, dan
sebagai tangga untuk menuju
kesempurnaan dan kesenangan
mereka.”

[Tafsir Asma’ al Husna ,
karya As-Sa’di].

Semoga yang sedikit ini bisa menjadi
nasihat untuk diri saya pribadi dan
bagi orang-orang yang membacanya,
karena barangkali kita sering lupa
bahwa apapun yang telah Allah Ta’ala
takdirkan untuk kita adalah yang
terbaik untuk kita, karena Dia-lah
Dzat Yang Maha Mengetahui
kebaikan-kebaikan bagi para
hambaNya.

Wallahu Ta’ala Alam Bishshawab.

♡ tsabat ♡

***
Artikel http://muslimah.or.id
Penulis: Wakhidatul Latifah
Murajaah: Ustadz Ammi Nur Baits
Referensi:
Qawaa’id Qur’aaniyyah, Dr. Umar
bin Abdullah al-Muqbil, Markaz
at-Tadabbur Li al-Isytisyarat at-
Tarbawiyyah wa at-Ta’limiyyah.
Dan terjemah, “50 Prinsip Pokok
Ajaran Al Qur’an” terbitan
Pustaka Daarul Haq.
Mutiara Faidah Kitab Tauhid , Abu
Isa Abdullah bin Salam, Pustaka
Muslim.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s