Hukum Televisi – Fatwa Syaikh Muhammad Nasiruddin Al-Albani rahimahullahu Ta`ala

Bismillahirrahmaanirrahiim.

#Pertannyaan:
Syaikh Muhammad Nasiruddin Al-Albani d tanya: “Bagaimanakah hukum Televisi sekarang ini” ???

#Jawaban:
Televisi sekarang ini tidak d ragukan lagi keharamannya. Sesungguhny televisi merupakan sarana semacam radio & tape recorder dan ia seperti nikmat-nikmat lain yang Allah karuniakan kepada para hamba-Nya. Sebagaimana Allah telah berfirman: “Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah niscaya kamu tidak dapat menemukan jumlahnya.” Pendengaran adalah nikmat, penglihatan adalah nikmat, demikian juga k dua bibir dan lisan. Akan tetapi kebanyakan nikmat-nikmat ini berubah menjadi azab bagi pemilikny karena mereka tidak mempergunakanny untuk hal-hal yang d cintai Allah. Radio, televisi dan tape recorder saya kategorikan sebagai nikmat, akan tetapi kapankah ia menjadi nikmat ? Yaitu ketika ia d arahkan u/ hal-hal yang bermanfaat u/umat. Televisi dewasa ini 99% d dalamny menyiarkan kefasikan, pengumbaran hawa nafsu, kemaksiatan, lagu-lagu haram dan seterusny dan 1% lagi d siarkan hal-hal yang terkadang bisa d ambil manfaatny oleh sebagian orang.

Maka faktor yang menentukan adalah hukum umum (faktor mayoritas yang ada dalam siaran televisi tadi) sehingga ketika d dapati suatu negeri Islam Sejati yang meletakkan Manhaj/metode ilmiah yang bermanfaat bagi umat (dalam siaran televisi) maka ketika itu saya tidak hany mengatakan televisi itu boleh hukumny, bahkan wajib.

Wallahul Musta`an.

Guntur Tsabat Andryan

[Di salin dari Majalah As-Sunnah Edisi 04/Tahun I/VI/1422 H]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s