BURUKNYA MEMUTUSKAN HUBUNGAN SILATURAHMI

Barakallahu fiik..

Bismillahirrahmaanirrahiim.
ALLAH Jalla Jalaluhu berfirman: “Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) ALLAH, dan janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah akan ni’mat ALLAH kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka ALLAH mempersatukan hati-mu, lalu menjadilah kamu karena ni’mat ALLAH orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada d tepi jurang neraka, lalu ALLAH menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah ALLAH menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.” [QS. Ali ‘Imran : 103]

“Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan d muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan ? Mereka itulah orang-orang yang d laknati ALLAH dan ditulikan-Nya telinga mereka dan d butakan-Nya penglihataan mereka.” [QS. Muhammad : 22-23]

“Orang-orang yang merusak janji ALLAH setelah d ikrarkan dengan teguh dan memutuskan apa-apa yang ALLAH perintahkan supaya d hubungkan dan mengadakan kerusakan d bumi, orang-orang itulah yang memperoleh kutukan dan bagi mereka tempat kediaman yang buruk (Jahannam).” [QS. Ar-Ra`ad : 25]

Untuk membuktikan betapa buruknya memutuskan hubungan antar sesama muslim, cukuplah dengan mengetahui bahwa ALLAH menolak memberikan ampunan serta mencepat azab-Nya d dunia bagi para pelakunya..!!! ” Naudzubillah summa naudzubillah..:( ”

Dalam hadits riwayat Abu Hurairah radhiyallahu`anhu, Rasulullah Shallallahu’alayhi wa sallam bersabda: “Semua amal manusia d perlihatkan (kepada ALLAH) pada hari Jum’at (setiap pekan) dua kali; hari senin dan hari kamis. Maka setiap hamba yang beriman d ampuni (dosanya) kecuali hamba yang d antara diriny dengan saudaranya ada permusuhan. Di firmankan kepada Malaikat: “Tinggalkanlah atau tangguhkanlah (pengampunan untuk) dua orang ini, sehingga keduanya kembali berdamai.” [HR. Muslim : 4/1988]

Dari Anas bin Malik radhiyallahu`anhu, ia berkata: Rasulullah Shallallahu`alayhi wa sallam bersabda: “Janganlah kalian saling memutuskan hubungan, janganlah saling membelakangi, janganlah bermusuhan, jangan saling hasud. Jadilah hamba ALLAH yang bersaudara. Tidak halal bagi seorang muslim untuk tidak bertegur sapa dengan saudaranya d atas 3 hari [HR. Muttafaq `alaih]
Jelas sekali hadits ini muttafaq alaih, artinya: hadits ini d riwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, d mana keduany besepakat u/menshahihkan hadits ini. Jadi kesimpulanny hadits ini termsuk hadits shahih.

Diriwayatkan dari Hisyam bin Amir al Anshari radhiyallahu`anhu, bahwasannya ia pernah mendengar Rasulullah Shallallahu`alayhi wa sallam bersabda: “Tidak halal bagi seorang muslim saling memboikot lebih dari 3 hari. Mereka berdua jauh dari kebenaran selama mereka memutuskan hubungan. Kemarahan siapa yang reda terlebih dahulu, maka hal itu sebagai kafarat untuknya dan apabila mereka berdua meninggal d saat memutuskan hubungan tersebut, maka mereka tidak akan masuk surga selamanya. Jika salah seorang mereka mengucapkan salamnya dan tidak d jawab oleh yang lain maka malaikatlah yang menjawab salamny tersebut. Sementara yang lain akan mendapat jawaban dari syaitan.” [Shahih, HR. Bukhari dalam Adabul Mufrod ]

Abu Ayyub radhiyallahu`anhu meriwayatkan, dari Rasulullah Shallallahu`alayhi wa sallam bersabda: “Tidak halal bagi seorang laki-laki memutuskan hubungan saudaranya lebih dari 3 malam. Saling berpapasan tapi yang ini memalingkan muka dan yang itu (juga) membuang muka. Yang terbaik d antara keduany yaitu yang memulai salam.” [HR. Bukhari, Fathul Bari : 10/492]

Abu Khirasy Al Aslami radhiyallahu`anhu berkata: Rasulullah Shallallahu`alayhi wa sallam bersabda: “Barangsiapa memutuskan hubungan dengan saudaranya selama 1 tahun, maka ia seperti mengalirkan darahnya (membunuhny).” [HR. Al-Bukhari dalam Adabul Mufrod no: 406, dalam Shahihul Jami : 6557]

Diriwayatkan dari Nabi Shallallahu`alayhi wa sallam: “Barangsiapa memutuskan tali kekeluargaan atau bersumpah palsu, maka ia akan melihat akibat buruknya sebelum ia meninggal.” [Shahih, Silsilah Ahaadits ash-Shahihah ]

Diriwayatkan dari Abu Bakrah radhiyallahu`anhu, dari Nabi Shallallahu`alayhi wa sallam bersabda: “Tidak ada satu dosa-pun yang lebih ALLAH cepatkan hukumannya d dunia bagi si pelaku d samping siksaan yang menunggunya d akhirat nanti selain dosa berbuat aniaya dan memutuskan tali kekeluargaan.” [Shahih, HR. Bukhari dalam Adabul Mufrod ]

Naudzubillah summa naudzubillah wa nas-alullaha assalamah wal aafiah.. amin.

Allahul musta`an.

Guntur Andryan,ST

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s