MUHASABAH BULAN SYAWAL

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Katakanlah: “Jika kamu (benar2) mencintai ALLAH, ikutilah aku, niscaya ALLAH mengasihi dan mengampuni dosa2mu.” ALLAH Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” [QS. Ali Imran: 31]

Ramadhan nan berkah tlah brlalu smentara waktu brganti dngan bulan Syawal, smoga ALLAH Azza wa`Jalla mmpertemukan kembali qta dngan bulan yang penuh brkah itu.-amin-

Ada pristiwa pnting yang tlah d lalui oleh umat Islam d bulan Syawal ini. Tntunya hari raya Idul Fithri & juga enam hari puasa Syawal, yang k 2nya adalah syari`at agung dari ALLAH Jalla Jalaluhu dngan masing2 pnerapanny.

Hari prtama Syawal d haramkan untuk brpuasa, karena hari trsebut adalah hari raya yang d dalamny Umat Islam d anjurkan u/ brsenang2, tntunya tetap dalam koridor yang syar`i. Sdangkan hari stelahnya; d sunnahkan untuk berpuasa 6 hari. Puasa yang jika d lakukan seiring dngan puasa Ramadhan, pahalanya stara dngan puasa setahun penuh. Sbagaimana sabda Rasulullah Shallallahu`alayhi wa sallam: “Barangsiapa yang melakukan puasa pada Bulan Ramadhan kmudian ia ikutkan dengan puasa 6 hari pada bulan Syawal, maka seolah2 ia brpuasa 1 tahun.” [HR. Abu Dawud].

Yang mnjadi prmasalahan adalah, ketika hari2 agung & bulan brkah yang tlah d muliakan ALLAH Ta`ala trsebut trnodai dngan amalan2 kita yang tidak sesuai dngan aturan-Ny, bahkan malah jauh mnyelisihi dari garis aturan trsebut. Maka d sini kita akan membahas sdikit contoh k salahan yang sring d yakini Umat Islam.

KESALAHAN DALAM BULAN SYAWAL.

1. BERANGGAPAN SIAL JIKA MENIKAH PADA BULAN SYAWAL.
Ksalahan smacam ini mungkin tidak banyak yang mnyadariny, karena memang hanya masyarakat trtentu yang masih myakini hal sperti ini. Tapi yang jlas, kyakinan sperti ini masih ada yang mmpraktekannya.
Inilah ksalahan yang trjadi d masa silam dulu (jahiliyah). Mreka enggan mlaksanakan hajatan nikahan ketika bulan Syawal. Itulah i`tiqod (kyakinan) mreka. Sdangkan d negeri kita, bukan bulan Syawal yang d anggap sial, ttapi bulan Suro (Muharram). K 2 anggapan ini adalah anggapan yang salah. Mngenai anggapan sial nikah d bulan Syawal, Nabi Shallallau`alayhi wa sallam sndiri tlah membantah hal ini. Sbagaimana trdapat riwayat dalam Sunan Ibnu Majah (haditsny d shahihkan oleh Syaikh al-Albani) bahwa bliau Shallallahu`alayhi wa sallam mnikahi Aisyah radhiyallahu`anha pada bulan Syawal & keluarga beliau ttap harmonis.

Mnganggap bulan Suro atau bulan Syawal sbagai bulan sial u/melaksanakan bberapa hajatan adalah anggapan yang trlarang dalam Agama Islam, bgitupun u/bulan2 lainnya. Branggapan sial dngan bulan atau waktu sama saja dngan mncelanya. Dan mncela waktu itu sama saja dengan mencela yang mnciptakan waktu yaitu ALLAH Azza wa`Jalla. Nabi Shallallahu`alayhi wa sallam brsabda: “ALLAH Ta`ala brfirman: “Aku d sakiti oleh anak Adam. Dia mncela waktu, padahal Aku adalah (pengatur) waktu, Akulah yang membolak-balikan malam dan siang.” [HR. Muslim]
Branggapan sial sperti ini trmasuk ksyirikan, beliau Shallallahu`alayhi wa sallam brsabda: “Branggapan sial trmasuk ksyirikan..3x (bliau menyebutny 3x lalu beliau brsabda), tidak ada d antara kita yang slamat dari branggapan sial. Mnghilangkan anggapan sial trsebut adalah dengan tawakkal (pada ALLAH).” [HR. Abu Daud, d katakan shahih oleh Syaikh al-Albani.]

2. ‘IDUL ABROR (LEBARAN KETUPAT).
`Idul Abror adalah keyakinan `Ied yang d lakukan pada tanggal 8 Syawal, inilah ksalahan yang trjadi d bberapa daerah d negeri kita. Entah apapun namanya, yang penting maksud dari acara trsebut sama.

Sbelumny mreka mlaksanakan puasa d bulan Ramadhan. Lalu mreka brbuka (tidak brpuasa) pada tanggal 1 Syawal. Stelah itu -mulai tanggal 2 Syawal-, mreka mlaksanakan puasa 6 hari d bulan Syawal. Lalu pada hari k 8 dari bulan Syawal, mereka merayakan `ied (yang d kalangan Arab d kenal dengan `Idul Abror). Abror d sini brmakna orang baik lawan dari orang fajir (gemar bermaksiat).

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah membantah prayaan `ied smacam ini dengan mngatakan: “Adapun mlaksanakan prayaan trtentu selain dari hari raya yang d syari’atkan (yaitu: Idul Fithri dan Idul Adha) sperti prayaan pada sbagian malam dari bulan Rabi’ul Awwal, prayaan pada sbagian malam Rajab, hari k 8 Dzulhijjah, awal Jum`at dari bulan Rajab atau prayaan hari k 8 Syawal, ini smua adalah bid`ah yang tidak d anjurkan oleh generasi salaf (sahabat yang merupakan generasi trbaik umat ini & mreka juga tidak prnah mlaksanakanny.”
Beliau rahimahullah juga mngatakan: “Adapun prayaan hari k 8 Syawal, maka itu bukanlah `ied (yang d syari`atkan). Ini bukanlah `Ied bagi abror (orang shalih/baik) ataupun orang fajir (gemar bermaksiat). Tidak boleh bagi seorang pun myakini prayaan ini sebagai ‘Ied. Janganlah membuat ‘ied yang baru selain `ied yang sudah ada dalam Agama Islam (yaitu Idul Fithri dan Idul Adha).”

MENGHIDARKAN DIRI DARI KESALAHAN.
Ksalahan2 yang trjadi pada bulan Syawal bukan sbatas 2 d atas. Akan tetapi msh banyak lagi hal2 lain yang pada dasarny adalah sama, yaitu tidak ada tuntunan dari ALLAH Ta`ala maupun Rasulullah Shallallahu`alayhi wa sallam. Yang trpenting bagi qta adalah bagaimana dengan 2 contoh ksalahan yang tlah d sampaikan d atas bisa mmbuat qta lebih mawas diri dan hati2 dlm brtindak, trutama dlam masalah ibadah.

Iblis akan snantiasa mnjerat qta dgn tipu dayany, trutama dgn bid`ah2 yang d bungkus seolah2 itu sbagai kbaikan, padahal d dalamny merupakan kjahatan trhadap ALLAH Ta`ala dan Rasul-Nya. Smoga qta trhindar dari godaan Setan dan smoga ALLAH Ta`ala mnerima amal ibadah qta. Amin..!

Wallahu a`lam.

[alislam]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s